Sun Bear Februari 2017 | Traveling Anisa Tabani

Pages

Sabtu, 04 Februari 2017

TOMOHON SULAWESI UTARA

VIHARA BUDDHAYANA

Hasil gambar untuk Vihara Buddhayana 

 

Ketika memasuki daerah pemukiman penduduk di Tomohon, ternyata di sana ada Vihara Buddhayana, sebuah tempat beribadah bagi Umat Budha. Suatu hal yang jarang ditemukan, di tempat yang penduduknya kebanyakan beragama Kristen. Setidaknya keberadaan Vihara ini menggambarkan kerukunan antar umat beragama di Kota Tomohon.
Sepertinya itu juga karena pengaruh budaya masyarakat Tomohon, yaitu budaya Mapalus atau bekerja sama dan saling bantu yang telah berakar. Sebelumnya gerimis hujan mengiringi perjalanan menyusuri kota Tomohon yang berjarak sekitar 22 Km dari Kota Manado.
Sejak kedatangan kami di Sulawesi Utara, gerimis datang dan pergi. Menurut Sandro, salah satu kru dari gerai restoran cepat saji yang menemani selama 3 hari perjalanan saya, hujan seperti ini juga menjadi ciri dari Kota Tomohon. Alhasil kami dapat menikmati suasana sejuk Kota Bunga Tomohon.
Kami tidak membuat rencana perjalanan untuk kunjungan ke Tomohon ini. Kemana Sandro mengarahkan mobilnya, kami mengikuti saja. Saya amati, kota ini sangat bersih. Kesadaran penduduk Tomohon untuk tidak membuang sampah sembarangan, patut diacungi jempol.
Vihara Buddhayana
Kompleks Vihara Buddhayana yang beraneka warna. Tidak ada informasi spesifik yang tersedia yang menjelaskan asal-usul Vihara Buddhayana ini.
Vihara Buddhayana terletak di Kelurahan Kakaskasen II, Kecamatan Tomohon Utara. Diresmikan penggunaannya pada tanggal 17 Mei 2009 oleh Gubernur Sulawesi Utara, Drs S.H. Sarundajang.
Di hadapan Vihara Buddhayana kita bisa melihat pemandangan Gunung Lokon. Kota Tomohon memiliki empat buah gunung, dua diantaranya masih aktif, yaitu Gunung Lokon dan Gunung Mahawu. Gunung Lokon adalah gunung tertinggi di Kota Tomohon dengan ketinggian 1580 mdpl. Selain panorama gunung, hamparan hijau tanaman dan bunga-bunga juga melengkapi keindahan vihara ini.
Pengurus vihara memelihara seluruh bangunan dengan sangat baik. Mereka tampaknya memahami bahwa selain untuk tempat ibadah, Vihara Buddhayana juga merupakan salah satu daya tarik pariwisata Kota Tomohon. Pejalan yang datang bisa menikmati keindahan arsitektur seluruh bagian vihara dengan tetap menghormati keberadaan Vihara Buddhayana sebagai tempat ibadah.
Memasuki gerbang vihara, kita disambut dengan jejeran 18 patung Lohan atau Arhats, yaitu pengikut “delapan belas jalan” Buddha. Mereka adalah Pindola, Nantimitolo, Pantha the Elder, Angida, Asita, Rahula, Nagasena, Gobaka, Pantha the Younger, Fajraputra, Nakula, Bodhidarma, Vanavasa, Kanaka The Bharadavaja, Katika, The Vatsa, Nandimitra, dan Pindola the Bharadvaja.
Vihara Buddhayana
Pantha the Elder, dengan sifat mudah dan nyaman, menguap dan meregangkan, memiliki pengetahuan tidak terbatas, dan cermin kedalaman dimensi penciptaan. Ia adalah kakak Lohan Penjaga Pintu, dan dipercayai sebagai pangeran dari Kintota, sebuah kerajaan kecil di India. Setelah menjadi biarawan, ia senang melakukan meditasi dengan gaya setengah teratai, dan saat bangun ia akan mengangkat kedua tangannya sambil mengeluarkan napas panjang, sehingga ia disebut juga Lohan Tangan Terangkat.
Vihara Buddhayana
Gobaka, seorang pangeran dari sebuah kerajaan kecil di India. Ketika adiknya menentang pengangkatannya sebagai putera mahkota dan mulai melakukan pemberontakan, Gobaka berhasil meyakinkan adiknya bahwa ia tidak berminat menjadi raja dan lebih memilih untuk menjadi biarawan, dengan cara membuka dadanya dan memperlihatkan keberadaan Buddha di dalamnya. Gobaka artinya ‘manusia hati’, yang secara fisik lemah namun kuat jiwanya.
Vihara Buddhayana
Pagoda Ekayana yang terlihat kokoh menjulang tinggi. Pagoda ini terdiri dari delapan tingkat.
Di depan Pagoda Ekayana terdapat kolam dengan patung naga berwarna keemasan. Saya senang mendapati bahwa tidak hanya bangunan-bangunan cantik yang berada di areal vihara ini, karena ternyata rusa cantik juga ada. Dengan adanya rusa ini bisa menjadi daya tarik bagi anak-anak untuk mengunjungi Vihara Buddhayana.
Vihara Buddhayana
Salah satu rusa Penghuni Vihara Buddhayana
Vihara Buddhayana
Istana Kwan Im Istana Mungil dihiasi cat berwarna pink
Sekitar 5 meter dari Pagoda berdiri bangunan istana Kwan Im, dan tidak jauh dari situ terdapat bangunan lain berbentuk seperti perpaduan naga dan katak besar. Di depannya terdapat kolam pancuran, yang menurut kepercayaan bisa mendatangkan rejeki. Lemparkan koin ke dalam kolam dan kemudian berdoalah serta memohonlah agar dikabulkan apa yang diminta.
Di kolam itu juga terdapat prasasti aksara Cina dengan penjelasan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, diantaranya panjang umur, kedudukan pangkat, keberuntungan, harta, dan bahagia. Sepertinya itu merupakan harapan orang-orang yang membuat permohonan di sini. Kalau saja diijinkan maka saya ingin menambahkan harapan masuk surga.
Vihara Buddhayana
Hamparan tumbuhan hijau menyatu dengan pegunungan di depan Vihara Buddhayana.
Selesai mengitari vihara, pengunjung diharapkan untuk memberikan sumbangan berapapun jumlahnya. Sumbangan ini digunakan untuk pemeliharaan vihara. Sumbangan bisa dimasukkan ke dalam kotak yang disediakan di depan area vihara. Mengelilingi Vihara Buddhayana ini seperti wisata warna bagi saya. Kekayaan warna yang diterapkan di dalam arsitektur bangunan sangat memanjakan mata. Apalagi bonus pemandangan gunung yang dihiasi kabut yang memperindah panorama.

Vihara Buddhayana Tomohon

 Hasil gambar untuk Vihara Buddhayana

Alamat: Kelurahan Kakaskasen II Kecamatan Tomohon Utara, Tomohon, Sulawesi Utara. Tempat Wisata di Tomohon, Hotel di Manado

 https://www.thearoengbinangproject.com/vihara-buddhayana-tomohon-sulawesi-utara/

TANGKUBAN PERAHU

LEGENDA TANGKUBAN PERAHU

Hasil gambar untuk GAMBAR TANGKUBAN PERAHU

Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Perahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17 oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.

Hasil gambar untuk GAMBAR TANGKUBAN PERAHU

Legenda rakyat setempat

Asal-usul Gunung Tangkuban Perahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi/Rarasati. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat sebuah telaga dan sebuah perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.
Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda tanda keaktifan gunung ini. Di antara tanda aktivitas gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunungnya, di antaranya adalah di kasawan Ciater, Subang. Gunung Tangkuban Parahu pernah mengalami letusan kecil pada tahun 2006, yang menyebabkan 3 orang luka ringan.
Keberadaan gunung ini serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah telaga besar yang kini merupakan kawasan Bandung. Diyakini oleh para ahli geologi bahwa kawasan dataran tinggi Bandung dengan ketinggian kurang lebih 709 m di atas permukaan laut merupakan sisa dari danau besar yang terbentuk dari pembendungan Ci Tarum oleh letusan gunung api purba yang dikenal sebagai Gunung Sunda dan Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif. Fenomena seperti ini dapat dilihat pada Gunung Krakatau di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro di Tanzania, Afrika. Sehingga legenda Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu diyakini merupakan sebuah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung Sunda Purba terhadap peristiwa pada saat itu.

Hasil gambar untuk GAMBAR TANGKUBAN PERAHU
Hasil gambar untuk GAMBAR TANGKUBAN PERAHU

KEPULAUAN SERIBU

KEINDAHAN KEPULAUAN SERIBU

Hasil gambar untuk KEPULAUAN SERIBU



Kepulauan Seribu adalah sebuah kabupaten administrasi di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia. Wilayahnya meliputi gugusan kepulauan di Teluk Jakarta.
Bupatinya saat ini adalah H. Budi Utomo, S.H, M.H. Sebelumnya wilayah Kepulauan Seribu merupakan salah satu kecamatan di Kota Administrasi Jakarta Utara.
Pusat pemerintahan kabupaten ini terletak di Pulau Pramuka yang mulai difungsikan sebagai pusat pemerintahan kabupaten sejak tahun 2003. Terdapat dua Kecamatan di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yakni Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan dan Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan membawahi tiga kelurahan yaitu Kelurahan Pulau Tidung, Kelurahan Pulau Pari, dan Kelurahan Pulau Untung Jawa. Kecamatan Kepulauan Seribu Utara membawahi tiga kelurahan juga yaitu Kelurahan Pulau Kelapa, Kelurahan Pulau Harapan, dan Kelurahan Pulau Panggang.
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mempunyai jumlah penduduk sebanyak lebih kurang 20.000 jiwa yang tersebar di sebelas pulau-pulau kecil berpenghuni. Kesebelas pulau tersebut di antaranya Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Tidung Kecil, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Kelapa Dua, dan Pulau Sebira. Selain pulau-pulau berpenghuni, terdapat pula beberapa pulau yang dijadikan sebagai pulau wisata, seperti Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Kotok Besar, Pulau Puteri, Pulau Matahari, Pulau Sepa, dan sebagainya.
Di wilayah kabupaten ini terdapat pula sebuah zona konservasi berupa taman nasional laut bernama Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNKS). Sebagai daerah yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan dan di dalamnya juga terdapat zona konservasi, maka tidaklah mengherankan bilamana pengembangan wilayah kabupaten ini lebih ditekankan pada pengembangan budidaya laut dan pariwisata. Dua sektor ini diharapkan menjadi prime-mover pembangunan masyarakat dan wilayah Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu.

Kelestarian lingkungan

Untuk menjaga kelestarian lingkungan serta keseimbangan ekologi, Pemerintah membagi gugusan kepulauan ini menjadi tiga zona:
  1. Zona pertama, diperuntukkan bagi eksploitasi sumber daya alam. Kekayaan di dalamnya bisa diambil dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan industri. Misalnya adalah terumbu karang mati yang dieksploitasi untuk kepentingan industri ubin teraso atau lainnya.
  2. Zona kedua, adalah pulau-pulau yang khusus disediakan untuk taman nasional atau tujuan wisata alam.
  3. Zona ketiga, ditentukan sebagai kawasan cagar alam yang dilindungi. 

Hasil gambar untuk KELESTARIAN LINGKUNGAN KEPULAUAN SERIBU

Kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu ditetapkan menjadi Taman Nasional Laut dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 162/Kpts-II/1995 dan No. 6310/Kpts-II/2002 yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Departemen Kehutanan. Luas wilayah 107.489 hektare dengan sekitar 44 buah pulau termasuk ke dalam taman nasional. Pulau-pulau yang terdapat di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan tempat ideal untuk snorkeling, berenang, atau menyelam.
Kepulauan Seribu mempunyai pulau yang ditunjuk sebagai pulau suaka alam seperti Pulau Rambut dan Pulau
 
Hasil gambar untuk taman nasional kepulauan seribu

Wisatawan

Transportasi Wisatawan dari dermaga wisata Marina Ancol, Jakarta dilayani oleh kapal speedboat yang dimiliki atau bekerja sama dengan pemilik pulau resor. Waktu tempuh dari dermaga wisata Marina Ancol ke pulau-pulau yang menjadi tujuan wisata tergantung pada jarak, keadaan cuaca, dan kecepatan kapal yang digunakan.
Pemberangkatan kapal dari Marina Ancol ke pulau-pulau resor umumnya pada pagi hari jam 08.00 atau jam 09:00 dan kembali dari pulau-pulau resor menuju Marina Ancol pada jam 13:30 atau jam 14:00, tergantung pada pulau resor tujuan.
Transportasi masyarakat umum juga tersedia dari Marina Ancol dengan menggunakan kapal feri yang dioperasikan Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yang bernama Transjakarta Lumba-Lumba dan Kerapu. Dengan Transjakarta lumba-lumba ditempuh dengan waktu 3-3,5 jam sedangkan dengan Kerapau hanya 1,5 jam. Namun kerapu tidak setiap saat beroperasi. Tapi sayangnya saat ini Transjakarta Lumba-Lumba dan Kerapu sudah tidak beroperasi lagi.
Saat ini transportasi keberbagai tujuan pulau di pulau seribu dapat menggunakan kapal dari dermaga 17 Marina Ancol. Harga tarif penyeberangan ini relatif lebih murah daripada menggunakan sewa kapal. Kapal yang digunakan untuk penyeberangan menggunakan kapal cepat (speedboat). Kapal akan transit kebeberapa pulau sesuai dengan pesanan penumpang pada saat itu. Tiket penyeberangan kapal ke pulau Bidadari atau pulau Ayer mulai Rp.82.500,- per orang oneway .
Kapal Shuttle boat ini akan berangkat jam 08.00 pagi (hanya ada satu jadwal saja). Boarding time 30 menit sebelum.
 Hasil gambar untuk WISATAWAN kepulauan seribu
https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Administrasi_Kepulauan_Seribu
 

Blogger news

Blogroll

About