Sun Bear Januari 2017 | Traveling Anisa Tabani

Pages

Selasa, 24 Januari 2017

AIR TERJUN COBAN RONDO

 LEGENDA AIR TERJUN COBAN RONDO MALANG

Hasil gambar untuk AIR TERJUN COBAN RONDO


Wisata Air terjun Coban Rondo Malang ini merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat populer di kalangan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Air terjun setinggi 84 meter dan berada di ketinggian 1.135 MDPL ini berasal dari sumber mata air Cemoro Dudo yang terletak di lereng Gunung Kawi  dengan debit 150 liter per detik pada musim hujan dan 90 liter per detik di musim kemarau.
Panorama air terjun yang menghembuskan butir-butir air yang dibalut dengan keindahan alam dan disempurnakan dengan udara sejuk pegunungan yang masih sangat alami ini memang menjadi daya tarik yang luar biasa bagi para wisatawan. Pada akhir pekan atau hari libur nasional, tempat ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.
  
Legenda Air Terjun Coban Rondo Malang
Konon, asal mula Air Terjun Coban Rondo ini berawal dari sebuah kisah asmara sepasang pengantin baru yang bernama Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro. Saat usia pernikahan mereka yang ke Selapan (36 hari), Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke rumah mertuanya di Gunung Anjasmoro. Berdasarkan adat orang Jawa, jika usia pengantin masih Selapan, maka mereka belum diperbolehkan meninggalkan rumah terlalu jauh. Oleh sebab itulah, mereka dilarang untuk pergi ke Gunung Anjarwati oleh orang tua Raden Baron.
Namun, keduanya bersikeras berkunjung ke Gunung Anjasmoro. Di tengah perjalanan, tiba-tiba muncul Joko Lelono yang ternyata terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati. Raden Baron pun memerintahkan anak buahnya untuk menyembunyikan Dewi Anjarwati ke sebuah lokasi yang terdapat Air Terjun (dalam bahasa Jawa disebut Coban). Raden Baron dan Joko Lelono bertempur hebat hingga keduanya pun tewas. Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi Janda (dalam bahasa Jawa Rondo). Sejak saat itulah air terjun ini dinamakan dengan Air Terjun Coban Rondo 

Lokasi atau Alamat Wisata Air Terjun Roban Rondo
Objek wisata Air Terjun Coban Rondo terletak 12 Km dari Kota Batu, tepatnya berada di desa Pandansari, Kecamatan Pujong, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jalan menuju objek wisata Air Terjun Coban Rondo bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Akses menuju lokasi pun sudah sangat baik, yakni sudah beraspal. Adapun rute menuju objek wisata Air Terjun Coban Rondo :
  • Kendaraan Umum:
    Bagi yang menggunakan angkutan umum, ambil bis jurusan Malang dari Surabaya > Lalu naik angkutan umum dari Terminal Arjosari Malang jurusan Landungsari > Sesampainya di Ladungsari lanjutkan dengan bis tujuan Kediri via Pujon, turun di Patung Sapi yang merupakan pintu gerbang ke Coban Rondo > Dari sana, tersedia ojek yang siap mengantar hingga ke lokasi.
  • Kendaraan Pribadi:
    Jika dari jalan raya arah Batu – Pujon, Malang, setelah melalui tanjakan yang landai dan jalan berkelok-kelok dan terkadang tajam, maka Anda akan sampai di puncak perbukitan. Sebuah papan nama dengan ukuran besar akan memberikan petunjuk untuk belok ke arah kiri keluar dari jalan raya guna menemukan obyek wisata Air Terjun Coban Rondo.

Harga Tiket Masuk Air Terjun Coban Rondo
  • Wisatawan domestik: Rp 8.000,-
  • Wisatawan mancanegara: Rp 10.000,-

Aktivitas Wisata yang Bisa dinikmati.
  1. Tempat outdoor learning yang mempunyai area camping ground yang luas.
  2. Buat yg gemar berpetualang, trekking ke Cuban Tengah bisa jadi opsi menawan.
  3. Cocok untuk wisata bersama keluarga dan teman selain cukup terjangkau harganya dan juga mudah transportasinya.
  4. Menaiki atau menunggang kendaraan wisata seperti bersepeda gunung, berkuda dan naik kereta kelinci.
  5. Menikmati beberapa wahana yang ada di sekitar air terjun, diantaranya:
    • Fun Tubing dengan biaya sebesar Rp 35.000/orang.
    • Paint ball dengan paket 3 on 3 (6 orang) dengan 150 peluru biaya sebesar Rp 450.000,- dan paket 3 on 3 (6 person) dengan 300 peluru biaya sebesar Rp 750.000,-   http://wisatapedi.com/air-terjun-coban-rondo-malang-legenda-sejarah-harga-tiket-masuk/

GUNUNG BROMO JAWA TIMUR

 WISATA GUNUNG BROMO
Hasil gambar untuk gunung bromo


Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama dalam agama Hindu), adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Sejarah letusan

Selama abad 20 dan abad 21, Gunung Bromo telah meletus sebanyak beberapa kali, dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 2015-sekarang.

Bromo sebagai gunung suci

Bagi penduduk sekitar Gunung Bromo, suku Tengger, Gunung Bromo / Gunung Brahma dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

Perjalanan melalui pintu barat dari arah pasuruan yaitu masuk dari desa Tosari untuk menuju ke pusat objek wisata ( lautan pasir )terbilang berat karena medan yang harus ditempuh tak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 biasa ini dikarenakan jalan turunan dari penanjakan kearah lautan pasir sangatlah curam, kecuali kita menyewa jip yang disediakan oleh pengelola wisata, jadi wisatawan banyak yang berjalan kaki untuk menuju ke pusat lokasi. Namun apabila kita melalui pintu utara dari arah sebelum masuk probolinggo yaitu pada daerah Tongas, kita akan menuju desa cemoro lawang sebelum turun menuju lautan pasir maka tidaklah terlalu berat dikarenakan turunan dari lerengnya tidaklah terlalu curam sehingga sepeda motor pun dapat melaluinya. Kebanyakan para wisatawan yang ingin mudah mencapai lautan pasir melewati jalur ini. Namun bila anda ingin menyaksikan sunrise yang sering ditampilkan di foto - foto, yang banyak difoto dari puncak penanjakan maka anda lebih praktis melewati jalur pintu barat.
Namun bila anda mempunyai jiwa petualang maka anda dapat mencoba jalur perjalanan yang jarang dilalui wisatawan. Yaitu melalui kota Malang anda masuk melalui kota kecil tumpang kemudian masuk kota pronojiwo lalu akan melalui cagar alam yang sangat indah dari sini anda akan menjumpai pertigaan jalan di mana kearah selatan akan memasuki ranu pane ( kearah gunung semeru ) dan kearah utara anda memasuki lautan pasir bromo yang berada di punggung gunung bromo sebelah selatan. Pertigaan tersebut bernama Jemplang. Perjalanan diawali dengan menuruni bukit yang kemudian disambut dengan padang rumput yang lama kelamaan berganti menjadi lautan pasir. Jalan ini akan mengitari gunung bromo melewati lautan pasir selama kurang lebih 3 jam. Jalur ini sebenarnya tidak terlalu curam dan dapat dilalui sepeda motor, namun memerlukan jiwa petualang karena jalurnya yang masih jarang dilewati dan tidak ada satupun persinggahan maupun rumah penduduk. Kita akan benar- benar disuguhkan dengan perjalanan yang sangat menantang. Namun anda akan diganjar dengan rahasia Bromo yang lain, yang sangat jarang dilihat wisatawan, yaitu padang ruput sabana dan bunga yang sangat luas berada dibalik Gunung Bromo. Sungguh pemandangan yang berkebalikan pada sisi Utaranya yang gersang dan berdebu. Namun perlu diingat, sebaiknya jangan melalui jalur ini pada malam hari dan atau dalam cuaca yang berkabut. Jalur tidak akan terlihat dalam kondidi seperti ini.
Lautan pasir adalah andalan wisata dari gunung Bromo, di alam pegunungan yang sejuk, kita dapat melihat padang pasir dan rerumputan yang luas. Sedangkan yang paling ditunggu dari gunung bromo adalah sightview ketika matahari terbit dan terbenam karena memang akan kelihatan jelas sekali dan sangat indah. Walaupun perjalanan ke Bromo sangat berdebu, tetapi tidak terasa, karena keindahan yang disuguhkan benar-benar luar biasa.
Berlibur menuju bromo dapat dibilang praktis bila anda menyukai tipe traveller dan melalui jalur pintu utara. Anda dapat melakukan kunjungan dalam jangka waktu 12 jam saja. tentunya bila anda memulainya dari kota Surabaya, Malang, Jember dan sekitarnya. Perjalanan dapat dimulai dari jam 12 malam sehingga anda akan sampai sekitar pukul 2 - 3 pagi. Di mana anda dapat beristirahat dahulu sebelum melihat sunrise. Penjual makanan dan minuman di areal lautan pasir biasanya sudah buka menjelang pukul 3 pagi, sehingga anda sudah bisa bersiap - siap untuk melakukan pendakian melewati anak tangga puncak bromo yang terkenal itu. nikmatilah pemandangan sampai jam 9 pagi dan anda pun dapat kembali sampai di kota keberangkatan anda sekitar 12 siang. Sebagai catatan, apabila anda melakukan perjalanan diareal lautan pasir ditengah kegelapan malam, sebagai patokan menuju areal parkir sekitar Pura anda dapat melihat patok dari beton yang sengaja diberikan sebagai penunjuk menuju areal pura. Dan apabila anda tersesat jangan panik dan meneruskan perjalanan ( apalagi ditengah kabut tebal ), tunggulah karena biasanya mulai jam 2 - 3 pagi beberapa penunggang kuda sewaan melintas diarea lautan pasir.

Perjalanan melalui pintu barat dari arah pasuruan yaitu masuk dari desa Tosari untuk menuju ke pusat objek wisata ( lautan pasir )terbilang berat karena medan yang harus ditempuh tak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 biasa ini dikarenakan jalan turunan dari penanjakan kearah lautan pasir sangatlah curam, kecuali kita menyewa jip yang disediakan oleh pengelola wisata, jadi wisatawan banyak yang berjalan kaki untuk menuju ke pusat lokasi. Namun apabila kita melalui pintu utara dari arah sebelum masuk probolinggo yaitu pada daerah Tongas, kita akan menuju desa cemoro lawang sebelum turun menuju lautan pasir maka tidaklah terlalu berat dikarenakan turunan dari lerengnya tidaklah terlalu curam sehingga sepeda motor pun dapat melaluinya. Kebanyakan para wisatawan yang ingin mudah mencapai lautan pasir melewati jalur ini. Namun bila anda ingin menyaksikan sunrise yang sering ditampilkan di foto - foto, yang banyak difoto dari puncak penanjakan maka anda lebih praktis melewati jalur pintu barat.
Namun bila anda mempunyai jiwa petualang maka anda dapat mencoba jalur perjalanan yang jarang dilalui wisatawan. Yaitu melalui kota Malang anda masuk melalui kota kecil tumpang kemudian masuk kota pronojiwo lalu akan melalui cagar alam yang sangat indah dari sini anda akan menjumpai pertigaan jalan di mana kearah selatan akan memasuki ranu pane ( kearah gunung semeru ) dan kearah utara anda memasuki lautan pasir bromo yang berada di punggung gunung bromo sebelah selatan. Pertigaan tersebut bernama Jemplang. Perjalanan diawali dengan menuruni bukit yang kemudian disambut dengan padang rumput yang lama kelamaan berganti menjadi lautan pasir. Jalan ini akan mengitari gunung bromo melewati lautan pasir selama kurang lebih 3 jam. Jalur ini sebenarnya tidak terlalu curam dan dapat dilalui sepeda motor, namun memerlukan jiwa petualang karena jalurnya yang masih jarang dilewati dan tidak ada satupun persinggahan maupun rumah penduduk. Kita akan benar- benar disuguhkan dengan perjalanan yang sangat menantang. Namun anda akan diganjar dengan rahasia Bromo yang lain, yang sangat jarang dilihat wisatawan, yaitu padang ruput sabana dan bunga yang sangat luas berada dibalik Gunung Bromo. Sungguh pemandangan yang berkebalikan pada sisi Utaranya yang gersang dan berdebu. Namun perlu diingat, sebaiknya jangan melalui jalur ini pada malam hari dan atau dalam cuaca yang berkabut. Jalur tidak akan terlihat dalam kondidi seperti ini.
Lautan pasir adalah andalan wisata dari gunung Bromo, di alam pegunungan yang sejuk, kita dapat melihat padang pasir dan rerumputan yang luas. Sedangkan yang paling ditunggu dari gunung bromo adalah sightview ketika matahari terbit dan terbenam karena memang akan kelihatan jelas sekali dan sangat indah. Walaupun perjalanan ke Bromo sangat berdebu, tetapi tidak terasa, karena keindahan yang disuguhkan benar-benar luar biasa.
Berlibur menuju bromo dapat dibilang praktis bila anda menyukai tipe traveller dan melalui jalur pintu utara. Anda dapat melakukan kunjungan dalam jangka waktu 12 jam saja. tentunya bila anda memulainya dari kota Surabaya, Malang, Jember dan sekitarnya. Perjalanan dapat dimulai dari jam 12 malam sehingga anda akan sampai sekitar pukul 2 - 3 pagi. Di mana anda dapat beristirahat dahulu sebelum melihat sunrise. Penjual makanan dan minuman di areal lautan pasir biasanya sudah buka menjelang pukul 3 pagi, sehingga anda sudah bisa bersiap - siap untuk melakukan pendakian melewati anak tangga puncak bromo yang terkenal itu. nikmatilah pemandangan sampai jam 9 pagi dan anda pun dapat kembali sampai di kota keberangkatan anda sekitar 12 siang. Sebagai catatan, apabila anda melakukan perjalanan diareal lautan pasir ditengah kegelapan malam, sebagai patokan menuju areal parkir sekitar Pura anda dapat melihat patok dari beton yang sengaja diberikan sebagai penunjuk menuju areal pura. Dan apabila anda tersesat jangan panik dan meneruskan perjalanan ( apalagi ditengah kabut tebal ), tunggulah karena biasanya mulai jam 2 - 3 pagi beberapa penunggang kuda sewaan melintas diarea lautan pasir.
 https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Bromo

KEINDAHAN MARIBAYA BANDUNG

WISATA MARIBAYA BANDUNG

 

 

 

 

 





Hasil gambar untuk taman wisata maribaya


Tempat wisata Maribaya Bandung sekarang sudah bersolek cantik lho. Sedari dulu, Maribaya Lembang dikenal sebagai salah satu tempat wisata di daerah Bandung utara. Hanya saja identik dengan tempat yang kumuh, kotor, dan suka dipakai ‘pacaran’.
Sekarang setelah direnovasi cukup lama, kawasan ini berganti management dan berubah nama menjadi Maribaya Resort Bandung. Tampilan dan fasilitasnya berubah jauh 180 derajat lho, sekarang lebih nyaman dan indah. Silahkan simak review kami tentang salah satu tempat wisata di Bandung utara ini.


Kawasan Wisata Maribaya Lembang

Area wisata Maribaya Lembang sudah lama dikenal di Bandung, puluhan tahun lho umurnya. Tempat ini bisa dikatakan salah satu tempat legendaris di Bandung, tujuan jalan-jalan favorit orang tua dulu. Di sini kita bisa menikmati air terjun, berendam air panas, dan menikmati hutan hijau karena memang letaknya berbatasan dengan Taman Hutan Raya Juanda.
Kawasan ini di renovasi cukup lama. Akhirnya sekitar bulan Juli 2015 kembali dibuka untuk umum, dengan konsep yang berbeda. Sekarang lokasi wisata Maribaya Bandung dikenal dengan nama Maribaya Resort, atau Maribaya Natural Hot Spring Resort.
Jika anda dulu pernah kemari sebelum direnovasi, siap-siap untuk pangling deh.

Lokasi / Jalan ke Maribaya Bandung

Alamat dari Maribaya Resort adalah di jalan Maribaya no 105/202 Lembang, Bandung 40391. No tlp 022) 827 82228 / 0812 9373 5423 / 0822 1415 3019.
Letaknya kurang lebih 6 KM dari pasar Lembang, atau kurang lebih 14 KM dari pusat kota (Gedung Sate). Letaknya memang tidak begitu jauh dari kota, namun suasananya cukup kontras; hijau, dan segar. Ada beberapa alternatif jalan ke Maribaya yang bisa anda gunakan (asumsi anda beragkat dari Dago Bandung) ;
  1. Melalui rute Dago – jalan setiabudi (UPI/Ledeng) – Lembang – Maribaya. Jalannya bagus dan lebar, hanya saja lumayan memutar jauh.
  2. Melalui rute Dago – Dago atas – belok kiri di pertigaan setelah terminal dago ke arah Dago Giri – Lembang – Maribaya. Jalannya cukup bagus tapi sempit. Jalan ini melewati juga cafe-cafe terkenal seperti Lawangwangi, Cafe Salse, rumah miring, dll. Perhatian; harap berhati-hati dan gunakan kendaraan yang sehat, karena banyak tanjakan tajam dengan jalan yang sempit.
  3. Melalui rute Dago – Ciumbuleuit – Punclut – Lembang – Maribaya. Melewati area wisata Punclut. Jalannya sempit, cukup rusak (ciumbuleuit-punclut), Banyak tanjakan panjang.
  4. Rute alternatif Dago – Taman Hutan Raya Juanda – Hiking menembus hutan raya juanda ke Maribaya. Jalannya bagus, dan jalur hikingnya juga enak. Anda sekalian menikmati taman hutan raya Juanda. Hanya saja harus siap bolak-balik berjalan. 

Harga Tiket Masuk Maribaya

Harga tiket masuk Maribaya saat ini menurut kami termasuk mahal. Entry Fee nya adalah Rp 35.000/orang. Selain itu, untuk menikmati sarana-sarana didalamnya kita pun harus merogoh kocek yang cukup lumayan.
Pastikan rekan-rekan sudah tahu dan mengerti tentang hal ini sebelum datang ya..

Harga tiket masuk maribaya

Area Wisata di Maribaya

Didalam kompleks wisata maribaya resort, terdapat beberapa area utama yang bisa anda kunjungi bersama keluarga. Penataan ruang dan lokasi cukup bagus dan terlihat asri. Selain itu banyak terdapat spot-spot bagus untuk berfoto ataupun beristirahat. Area-area dalam lokasi antara lain;

Air terjun Maribaya

Kawasan ini dilewati oleh dua buah sungai; sungai cigulung dan cikawari. Di lokasi juga terdapat 3 air terjun; air terjun/curug cikawari, curug cigulung, dan curug cikoleang.
Di curug Cikawari, anda bisa turun dan bermain air.
curug maribaya - curug cikawari
curug maribaya – curug cikawari
Anda tidak bisa bermain air di curug cigulung karena cukup dalam. Tetapi anda bisa menikmati suasananya dari Twig Cafe yang berada persis di sisi curug Cigulung.
Curug maribaya - curug cigulung
Curug maribaya – curug cigulung
Saat googling mungkin anda akan menemukan informasi yang menuliskan gambar dibawah ini sebagai curug maribaya. Gambar dibawah bukanlah curug maribaya, melainkan curug omas.
curug omas bandung
curug omas, bukan curug maribaya
Lokasi curug omas memang dekat dengan maribaya, namun berbeda lokasi. Curug omas berada didalam kawasan Taman Hutan Raya Juanda, bukan di kawasan maribaya. Anda pun harus membeli tiket lagi untuk masuk ke kawasan hutan raya Juanda.
 http://www.nativeindonesia.com/wisata-maribaya-bandung/

RAJA AMPAT

 Sejarah Raja Ampat
Hasil gambar untuk keunikan raja ampat
Raja Ampat
 
Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong, sejak 2003. Kabupaten berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan.
Raja Ampat Merupakan ekspedisi bawah laut terbesar di dunia dan merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.
 
Asal mula nama Raja Ampat menurut mitos masyarakat setempat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi
empat orang pangeran yang berpisah dan masing-masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool Timur dan Misool Barat. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.
Dalam perjalanan sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat nelayan dan menerapkan sistem adat Maluku. Dalam sistem ini, masyarakat merupakan anggota suatu komunitas desa. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya dua kesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari Kesultanan Tidore. Setelah Kesultanan Tidore takluk dari Belanda, Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia-Belanda.
Masyarakat Kepulauan Raja Ampat umumnya nelayan tradisional yang berdiam di kampung-kampung kecil yang letaknya berjauhan dan berbeda pulau. Mereka adalah masyarakat yang ramah menerima tamu dari luar, apalagi kalau kita membawa oleh-oleh buat mereka berupa pinang ataupun permen.
Barang ini menjadi semacam ‘pipa perdamaian indian’ di Raja Ampat. Acara mengobrol dengan makan pinang disebut juga “Para-para Pinang” seringkali bergiliran satu sama lain saling melempar mob, istilah setempat untuk cerita-cerita lucu. Mereka adalah pemeluk Islam dan Kristen dan seringkali di dalam satu keluarga atau marga terdapat anggota yang memeluk salah satu dari dua agama tersebut. Hal ini menjadikan masyarakat Raja Ampat tetap rukun walaupun berbeda keyakinan.
Kabupaten Kepulauan Raja Ampat letaknya terpencil di Papua Barat. Kawasan ini menyimpan sejuta keindahan bawah laut. Wisata bahari Raja Ampat dikenal sebagai salah satu dari 10 tempat wisata menyelam terbaik di dunia. Pesona dan kekayaan alam bawah laut, menjadi andalan Pulau Raja Ampat menembus persaingan dunia pariwisata di Indonesia dan dunia melalui wisata diving yang bisa dilakukan di indonesia bagian timur ini.
Kepulauan ini merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Sorong sejak tahun 2003 yang mencakup 12 Kecamatan dan 88 desa. Kabupaten berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau dengan Empat diantaranya pulau besar, yakni Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo. Dari 610 pulau tersebut, hanya 35 pulau saja yang berpenghuni. Dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, hanya 6.000 km2 berupa daratan, sedangkan 40.000 km2 sisanya adalah lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat.
Kepulauan Raja Ampat terletak di jantung pusat segitiga karang dunia (Coral Triangle) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia saat ini.
Kepulauan ini berada di bagian paling barat pulau induk Papua, Indonesia, membentang di area seluas kurang lebih 4,6 juta hektar.  Raja Ampat memiliki kekayaan dan keunikan spesies yang tinggi dengan ditemukannya 1.104  jenis ikan, 699 jenis moluska (hewan lunak) dan 537 jenis hewan karang. Tidak hanya jenis-jenis ikan, Raja Ampat juga kaya akan keanekaragaman terumbu karang, hamparan padang lamun, hutan mangrove, dan pantai tebing berbatu yang indah. Potensi menarik lain adalah pengembangan usaha ekowisata dan wilayah ini telah pula diusulkan sebagai Lokasi Warisan Dunia (World Herritage Site) oleh Pemerintah Indonesia.
Raja Ampat mempunyai kemenarikan – kemenarikan tersendiri diantaranya :
1. Mempunyai ikan pari manta
2. Adanya atraksi wisata yaitu suling tambur
3. Adanya lokasi – lokasi yang eksotik seperti di pulau Ayau yang dikenal dengan pulau karang yang sangat besar.
4. Tempat diving yang pas banget untuk para wisatawan atau pun kamu yang suka diving ( menyelam )
Ratusan pulau di Raja Ampat rata-rata berbentuk bukit-bukit karang kecil warna hijau  oleh aneka pepohonan yang tumbuh di atasnya. Salah satu di antaranya ada pulau karang berbentuk lancip seperti pensil sehingga disebut Pulau Pensil.
lalu kegiatan apa saja sih yang dapat kita lakukan ??
1. Diving (menyelam)
Inilah yang menjadi alasan sebagian besar wisatawan berkunjung ke Raja Ampat. Siapa yang tak takjub dalam sejam sekali menyelam kita bisa menemukan 283 jenis ikan, dan ini hanya terjadi di Raja Ampat.
2. Snorkeling
bagi anda yang tidak bisa berenang, jangan takut karena anda juga bisa melakukan snorkeling.
3. Birdwatching Cendrawasih
4. Mendaki Wayag
5. Fotografi
Buat anda yang senang fotografi, di Raja Ampat merupakan tempat yang bagus sekali untuk fotografi.
6. Berburu kerajinan tangan khas Papua
Di sorong ada oleh – oleh yang khas banget yaitu roti abon gulung .
Ini dia roti abon gulung, rotinya sangat empuk dan terasa gurih. Abonnya juga amat kaya, seakan lebih banyak daripada rotinya. Porsinya membuat kenyang, dengan ukuran yang besar dan diameter sekitar 10 cm. Seporsi roti abon gulung dihargai Rp 10.000. Roti ini bisa dibeli di toko oleh-oleh sepanjang Jalan Ahmad Yani atau Bandara Domine Eduard Osok. (Rike)
lalu bagaimana akses menuju raja ampat ??
disini ada lima rute untuk menuju Sorong :
1) Singapore – Manado – Sorong
2) Bali – Ujung Pandang (Makassar) – Sorong
3) Jakarta – Ujung Pandang (Makassar) – Sorong
4) Kuala Lumpur – Manado – Sorong
5) Kuala Lumpur – Ujung Pandang (Makassar) – Sorong
Dari Sorong perjalanan menuju ke Kepulauan Raja Ampat dilanjutkan dengan menggunakan kapal Ferry Marina Express, kapal Ave Maria atau menyewa speed boat dari Pelabuhan Rakyat, kota Sorong. Waktu keberangkatan untuk kapal Ferry Marina Express adalah pukul 14.00 waktu setempat dan kapal Ave Maria biasanya berangkat  dalam rentang waktu 1-2 jam setelahnya.
 https://coretandiataskertas4.wordpress.com/2015/01/06/keunikan-raja-ampat/

Senin, 16 Januari 2017

candi borobudur

ASAL USUL CANDI BOROBUDUR


sejarah candi borobudur
 
 
candi borobudur diyakini merupakan peninggalan kerajaan Dinasti Sailendra masa pemerintahan raja Samaratungga dari Kerajaan Mataram Kuno dan selesai dibangun pada abad ke-8.banyak sekali misteri candi borobudur yang belum terkuak ,apa sebenarnya nama asli candi borobudur tidak ada prasasti atau buku yang menjelaskan dengan pasti tentang pembanguan borobudur,ada yang mengatakan nama tersebut berasal dari nama samara budhara memiliki arti gunung yang lerengnya terletak teras teras ada juga yang mengatakan borobudur berasal dari ucapan para budha yang mengalami pergeseran satu satu nya tulisan yang menyebutkan borobudur pertama kali adalah thomas Sir Thomas Stamford Raffles dalam bukunya yang berjudul sejarah pulau jawa .para ahli sejarah memperkirakan Sir Thomas Stamford Raffles menyebut borobudur dari kata bore dan budur ,bore artinya ialah desa sebuah desa yang terletak di dekat lokasi letak candi borobudur ditemukan sedangkan budur artinya purba

sejarah berdirinya candi borobudur diperkirakan dibangun pada tahun 750 masehi oleh kerajaan syailendra yang pada waktu itu menganut agama budha,pembangunan itu sangat misterius karena manusia pada abad ke 7 belum mengenal perhitungan arsitektur yang tinggi tetapi borobudur dibangun perhitungan arsitektur yang canggih ,hingga kini tidak satu pun yang dapat menjelaskan bagaimana cara pembangunan dan sejarah candi borobudur ini

Sudah banyak ilmuan dari seluruh penjuru dunia yang datang namun tidak satu pun yang berhasil mengungkapkan misteri pembangunan borobudur. Salah satu pertayaan yang membuat para peneliti penasaran adalah dari mana asal batu-batu besar yang ada di candi borobudur dan bagai mana menyusunnya dengan presisi dan arsitektur yang sangat rapih. Ada yang memperkirakan batu itu berasal dari gunung merapi namun bagaimana membawanya dari gunung merapi menuju lokasi candi mengingat lokasinya berada di atas bukit.

Candi borobudur memiliki 72 stupa yang berbentuk lonceng ajaib, Stupa terbesar terletak di puncak candi sementara yang lain mengelilingi stufa hingga kebawah. Ketika ilmuan menggambar denah candi borobudur, mereka menemukan pola-pola aneh yang mengarah pada fungsi borobudur sebagai jam matahari, jarum jamnya berupa bayangan stupa yang besar dan jatuh tepat di stupa lantai bawah  namun belum di ketahui secara pasti bagaimana pembagian waktu yang di lakukan dengan menggunakan candi borobudur ada yang mengatakan jam pada candi borobudur menunjukan tanda kapan masa bercocok tanam atau masa panen.
 
 http://www.anton-nb.com/2015/09/sejarah-candi-borobudur.html

Kamis, 12 Januari 2017

Sejarah bali

 SEJARAH BALI

Hasil gambar untuk bali

 

Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia. Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya ajaran Hindu dan tulisan Bahasa Sanskerta dari India pada 100 SM.
Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, di antaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (12931500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.
Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597, meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekukuh posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain. Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya perang sampai titk darah penghabisan atau perang puputan yang melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita termasuk rajanya. Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah.
Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali 'pejuang kemerdekaan'. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.
Pada 20 November 1945, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.
Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta. Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah provinsi dari Republik Indonesia.
Letusan Gunung Agung yang terjadi pada tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.
Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian pada masa awal Orde Baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.
Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.
https://id.wikipedia.org/wiki/Bali
 

Blogger news

Blogroll

About