Sun Bear Traveling Anisa Tabani

Pages

Kamis, 30 Maret 2017

MUSEUM ZOOLOGI BOGOR

MUSEUM ZOOLOGI BOGOR

Hasil gambar untuk Museum Zoologi Bogor

Museum Zoologi Bogor adalah museum yang terletak di Bogor, memiliki koleksi yang berkaitan dengan dunia satwa seperti berbagai spesimen yang diawetkan maupun fosil hewan. Museum ini terbagi menjadi dua, salah satunya dibuka setiap hari untuk umum yang berisi ruang pameran terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 9 Bogor, museum yang satu lagi berfungsi sebagai tempat koleksi dan hanya dibuka untuk umum setahun sekali pada bulan Oktober, berada di Pusat Ilmu Pengetahuan Cibinong tepatnya di Jalan Raya Jakarta - Bogor Km.46 Cibinong, Bogor. Kedua bagian museum ini dikelola oleh Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi-LIPI.Awal berdirinya Museum Zoologi Bogor merupakan laboratorium zoologi dengan nama Landbouw Zoologisch Laboratorium yang didirikan pada tahun 1894 gagasan dari J. C. Koningsberger ahli botani berkebangsaan Jerman, laboratorium ini didirikan sebagai sarana penelitian yang berkaitan dengan pertanian dan zoologi. Pada tahun 1906 namanya berubah menjadi Zoologisch Museum and Wekplaats, pada tahun 1910 kemudian berubah lagi menjadi Zoologisch Museum en Laboratorium.Antara tahun 1945-1947 tempat ini dikenal dengan nama Museum Zoologicum Bogoriense, dan akhirnya sampai sekarang menjadi Museum Zoologi Bogor. Tempat koleksi museum ini memiliki 24 ruangan koleksi dan baru ditempati pada 1997, dengan pembangunan yang didanai dari dana hibah Bank Dunia dan Jepang.Koleksi ilmiah yang dimiliki museum ini meliputi kategori antara lain: mamalia, ikan, burung, reptil dan amphibi, moluska, serangga, dan invertebrata lain yang bukan moluska dan serangga.


Gambar terkaitHasil gambar untuk Museum Zoologi Bogor

Koleksi fauna di Indonesia

Koleksi Museum Zoologi yang berada di gedung Widyasatwaloka, Pusat Ilmu Pengetahuan Cibinong meliputi 3,5% jumlah jenis fauna yang terdapat di Indonesia, dan dari keberagaman fauna di Indonesia hanya 0,05% contoh binatang (spesimen) yang dimiliki oleh Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi, LIPI.
  1. Mamalia, koleksinya terdiri dari berbagai jenis binatang menyusui yang dukumpulkan dari berbagai kepulauan di Indonesia. Jumlah koleksi 650 jenis, terdiri dari 30.000 contoh binatang (spesimen).
  2. Ikan, koleksi berbagai jenis ikan terdiri dari 12.000 jenis yang diwakili oleh 140.000 contoh binatang.
  3. Burung, koleksi dikumpulkan dari wilayah Indonesia Timur dan Barat. Jumlah seluruhnya 1.000 jenis, meliputi 30.762 contoh binatang. Ruang koleksi tempat penyimpanan spesimen burung suhu udara di ruangan dipertahankan pada 22° C untuk menjaga agar koleksi tidak hancur.
  4. Reptil dan amfibia, koleksi yang tersimpan tercatat 763 jenis, dari 19.937 contoh binatang.
  5. Moluska, koleksi moluska yang tersimpan tercatat 959 jenis yang dari 13.146 contoh binatang.
  6. Serangga, merupakan kelompok binatang yang paling banyak jumlah koleksinya. Museum Zoologi Bogor merupakan tempat penyimpanan serangga terlengkap dan terbesar di Asia Tenggara.Koleksi serangga tercatat 12.000 jenis, dari 2.580.000 contoh binatang.
  7. Invertebrata lain, terdiri dari jenis-jenis invertebrata bukan moluska dan serangga. Koleksi yang terkumpul ada 700 jenis dari 1.558 contoh binatang. Hasil gambar untuk Museum Zoologi Bogor


COLLECTIE TROPENMUSEUM Zo÷logisch Museum Buitenzorg TMnr 10016843.jpg
Bangunan Museum Zoologi Bogor pada tahun 1920, sampai saat ini di dunia internasional sebagai rujukan dikenal dengan nama Museum Zoologicum Bogoriense (MZB)
Didirikan 1894
Lokasi Jalan Ir. H. Juanda No. 9 Bogor dan Jalan Raya Jakarta - Bogor Km.46 Cibinong, Bogor                   https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Zoologi_Bogor                                                                                                         

TAMAN NASIONAL BUNAKEN

Taman nasional bunaken manado

Gambar terkait

Taman Nasional Bunaken adalah taman laut yang terletak di Sulawesi Utara, Indonesia. Taman ini terletak di Segitiga Terumbu Karang, menjadi habitat bagi 390 spesies terumbu karang dan juga berbagai spesies ikan, moluska, reptil dan mamalia laut. Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem laut Indonesia, meliputi padang rumput laut, terumbu karang dan ekosistem pantai.
Taman nasional ini didirikan pada tahun 1991 dan meliputi wilayah seluas 890.65 km². 97% dari taman nasional ini merupakan habitat laut, sementara 3% sisanya merupakan daratan, meliputi lima pulau: Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Naen dan Siladen.

Gambar terkait

Flora dan fauna

Taman Nasional Bunaken memiliki ekosistem terumbu karang yang sangat kaya.Terdapat sekitar 390 spesies terumbu karang di wilayah ini.Spesies alga yang dapat ditemui di Taman Nasional Bunaken adalah Caulerpa, Halimeda dan Padina, sementara spesies rumput laut yang banyak ditemui adalah Thalassia hemprichii, Enhallus acoroides, dan Thalassaodendron ciliatum. Taman Nasional Bunaken juga memiliki berbagai spesies ikan, mamalia laut, reptil, burung, moluska dan mangrove.Sekitar 90 spesies ikan tinggal di perairan wilayah ini.
Di daratan, pulau ini kaya akan Arecaceae, sagu, woka, silar dan kelapa. Selain itu, Taman Nasional Bunaken juga memiliki spesies hewan yang tinggal di daratan, seperti rusa dan kuskus. Hutan mangrove di taman ini menjadi habitat bagi kepiting, lobster, moluska dan burung lautHasil gambar untuk taman nasional bunaken

Aktivitas manusia

Di wilayah ini, terdapat 22 desa dengan jumlah penduduk sekitar 35.000 jiwa. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai nelayan atau petani kelapa, ubi jalar, pisang dan rumput laut untuk diekspor, sementara sebagian lainnya bekerja sebagai pemandu, pekerja di cottage dan nakhoda kapal.
Pariwisata di wilayah ini terus dikembangkan. Antara tahun 2003 hingga 2006, jumlah pengunjung di Taman Nasional Bunaken mencapai 32.000 hingga 39.000 jiwa, dengan 8-10.000 di antaranya merupakan turis asing.

 Hasil gambar untuk taman nasional bunaken

Konservasi dan ancaman

Taman Nasional Bunaken secara resmi didirikan pada tahun 1991 dan merupakan salah satu taman laut pertama Indonesia. Pada tahun 2005, Indonesia mendaftarkan taman nasional ini kepada UNESCO untuk dimasukan kedalam Situs Warisan Dunia. Meskipun memiliki status taman nasional dan mendapat pendanaan yang cukup, taman ini mengalami degradasi kecil akibat penambangan terumbu karang, kerusakan akibat jangkar, penggunaan bom dan sianida dalam menangkap ikan, kegiatan menyelam dan sampah.World Wildlife Fund (WWF) memberikan bantuan konservasi sebagai bagian dari "Sulu Sulawesi Marine Eco-region Action Plan". Konservasi meliputi patroli, yang berhasil mengurangi penggunaan bom dalam menangkap ikan.
Hasil gambar untuk taman nasional bunaken
Taman Nasional Bunaken
IUCN Kategori II (Taman Nasional)
Bunaken01.JPG
Pemandangan Pulau Bunaken dari pulau Manado Tua
Peta memperlihatkan letak Taman Nasional Bunaken
Peta memperlihatkan letak Taman Nasional Bunaken
Bunaken NP
Letak di Sulawesi
Letak Sulawesi, Indonesia
Kota terdekat Manado
Koordinat 1°40′LU 124°39′BTKoordinat: 1°40′LU 124°39′BT
Luas 890 km²
Didirikan 1991
Pengunjung ca.35,000(tahun 2003-06)
Pihak pengelola Departemen Kehutanan

 https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Bunaken

Rabu, 22 Maret 2017

LAWANG SEWU SEMARANG

Lawang Sewu

Hasil gambar untuk lawang sewu 

Lawang Sewu (bahasa Indonesia: seribu pintu) adalah gedung gedung bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini, dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero
 ).
Lawang Sewu
Lawang sewu.jpg
Lawang Sewu tahun 2011
Informasi umum
Status Berubah menjadi museum
Alamat Jalan Pemuda
Kota Semarang
Negara  Indonesia
Koordinat 6°59′2,13″LU 110°24′38,28″BT
Peletakan batu 1904
Selesai 1919
Dibuka 1907
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Informasi teknis
Jumlah lantai 3
Desain dan konstruksi
Arsitek C. Citroen
Firma arsitektur J.F. Klinkhamer dan B.J. Quendag
Hasil gambar untuk lawang sewu
Gambar terkait

Sejarah

Bangunan Lawang Sewu dibangun pada 27 Februari 1904 dengan nama lain Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS). Awalnya kegiatan administrasi perkantoran dilakukan di Stasiun Semarang Gudang (Samarang NIS), namun dengan berkembangnya jalur jaringan kereta yang sangat pesat, mengakibatkan bertambahnya personil teknis dan tenaga administrasi yang tidak sedikit seiring berkembangnya administrasi perkantoran.
Pada akibatnya kantor NIS di stasiun Samarang NIS tidak lagi memadai. Berbagai solusi dilakukan NIS antara lain menyewa beberapa bangunan milik perseorangan sebagai solusi sementara yang justru menambah tidak efisien. Apalagi letak stasiun Samarang NIS berada di dekat rawa sehingga urusan sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting. Maka, diusulkanlah alternatif lain: membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh ke lahan yang pada masa itu berada di pinggir kota berdekatan dengan kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal).
NIS mempercayakan rancangan gedung kantor pusat NIS di Semarang kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Quendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke Kota Semarang. Melihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangani di Amsterdam tahun 1903.

Hasil gambar untuk lawang sewu
Hasil gambar untuk lawang sewu 

https://id.wikipedia.org/wiki/Lawang_Sewu

ISTANA MAIMUN MEDAN

Istana Maimun

 Hasil gambar untuk GAMBAR ISTANA MAIMUN
Istana Maimun adalah istana Kesultanan Deli yang merupakan salah satu ikon kota Medan, Sumatera Utara, terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun.
Didesain oleh arsitek Italia dan dibangun oleh Sultan Deli, Sultan Mahmud Al Rasyid. Pembangunan istana ini dimulai dari 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891. Istana Maimun memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan. Istana Maimun terdiri dari 2 lantai dan memiliki 3 bagian yaitu bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan. Bangunan istana ini menghadap ke utara dan pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan.
Istana Maimun menjadi tujuan wisata bukan hanya karena usianya yang tua, namun juga desain interiornya yang unik, memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia. Namun sayang, tempat wisata ini tidak bebas dari kawasan Pedagang kaki lima.
 
https://id.wikipedia.org/wiki/Istana_Maimun 
 
 
1. Sejarah
Sejak tahun 1946, Istana ini dihuni oleh para ahli waris Kesultanan Deli. Dalam waktu-waktu tertentu, di istana ini sering diadakan pertunjukan musik tradisional Melayu. Biasanya, pertunjukan-pertunjukan tersebut dihelat dalam rangka memeriahkan pesta perkawinan dan kegiatan sukacita lainnya. Selain itu, dua kali dalam setahun, Sultan Deli biasanya mengadakan acara silaturahmi antar keluarga besar istana. Pada setiap malam Jumat, para keluarga sultan mengadakan acara rawatib adat (semacam wiridan keluarga).
Bagi para pengunjung yang datang ke istana, mereka masih bisa melihat-lihat koleksi yang dipajang di ruang pertemuan, seperti foto-foto keluarga sultan, perabot rumah tangga Belanda kuno, dan berbagai jenis senjata. Di sini, juga terdapat meriam buntung yang memiliki legenda tersendiri. Orang Medan menyebut meriam ini dengan sebutan meriam puntung.
 
Kisah meriam puntung ini punya kaitan dengan Putri Hijau. Dikisahkan, di Kerajaan Timur Raya, hiduplah seorang putri yang cantik jelita, bernama Putri Hijau. Ia disebut demikian, karena tubuhnya memancarkan warna hijau. Ia memiliki dua orang saudara laki-laki, yaitu Mambang Yasid dan Mambang Khayali. Suatu ketika, datanglah Raja Aceh meminang Putri Hijau, namun, pinangan ini ditolak oleh kedua saudaranya. Raja Aceh menjadi marah, lalu menyerang Kerajaan Timur Raya. Raja Aceh berhasil mengalahkan Mambang Yasid. Saat tentara Aceh hendak masuk istana menculik Putri Hijau, mendadak terjadi keajaiban, Mambang Khayali tiba-tiba berubah menjadi meriam dan menembak membabi-buta tanpa henti. Karena terus-menerus menembakkan peluru ke arah pasukan Aceh, maka meriam ini terpecah dua. Bagian depannya ditemukan di daerah Surbakti, di dataran tinggi Karo, dekat Kabanjahe. Sementara bagian belakang terlempar ke Labuhan Deli, kemudian dipindahkan ke halaman Istana Maimun.Setiap hari, Istana ini terbuka untuk umum, kecuali bila ada penyelenggaraan upacara khusus.

Gambar terkait
2. Lokasi
Istana ini terletak di jalan Brigadir Jenderal Katamso, kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara.

3. Luas
Luas istana lebih kurang 2.772 m, dengan halaman yang luasnya mencapai 4 hektar. Panjang dari depan kebelakang mencapai 75,50 m. dan tinggi bangunan mencapai 14,14 m. Bangunan istana bertingkat dua, ditopang oleh tiang kayu dan batu. Setiap sore, biasanya banyak anak-anak yang bermain di halaman istana yang luas.

4. Arsitektur
Arsitektur bangunan merupakan perpaduan antara ciri arsitektur Moghul, Timur Tengah, Spanyol, India, Belanda dan Melayu. Pengaruh arsitektur Belanda tampak pada bentuk pintu dan jendela yang lebar dan tinggi. Tapi, terdapat beberapa pintu yang menunjukkan pengaruh Spanyol. Pengaruh Islam tampak pada keberadaaan lengkungan (arcade) pada atap. Tinggi lengkungan tersebut berkisar antara 5 sampai 8 meter. Bentuk lengkungan ini amat populer di kawasan Timur Tengah, India dan Turki.
Sejarah Istana Maimun dan Meriam Puntung
Sejarah Istana Maimun dan Meriam Puntung
Sejarah Istana Maimun dan Meriam Puntung
Sejarah Istana Maimun dan Meriam Puntung
Bangunan istana terdiri dari tiga ruang utama, yaitu: bangunan induk, sayap kanan dan sayap kiri. Bangunan induk disebut juga Balairung dengan luas 412 m2, dimana singgasana kerajaan berada. Singgasana kerajaan digunakan dalam acara-acara tertentu, seperti penobatan raja, ataupun ketika menerima sembah sujud keluarga istana pada hari-hari besar Islam.Di bangunan ini juga terdapat sebuah lampu kristal besar bergaya Eropa.Di dalam istana terdapat 30 ruangan, dengan desain interior yang unik, perpaduan seni dari berbagai negeri. Dari luar, istana yang menghadap ke timur ini tampak seperti istana raja-raja Moghul.
5. Perencana
Ada beberapa pendapat mengenai siapa sesungguhnya perancang istana ini. Beberapa sumber menyebutkan perancangnya seorang arsitek berkebangsaan Italia, namun tidak diketahui namanya secara pasti. Sumber lain, yaitu pemandu wisata yang bertugas di istana ini, mengungkapkan bahwa arsiteknya adalah seorang Kapitan Belanda bernama T. H. Van Erp.

6. Renovasi
Istana ini terkesan kurang terawat, boleh jadi, hal ini disebabkan minimnya biaya yang dimiliki oleh keluarga sultan. Selama ini, biaya perawatan amat tergantung pada sumbangan pengunjung yang datang. Agar tampak lebih indah, sudah seharusnya dilakukan renovasi, tentu saja dengan bantuan segala pihak yang concern dengan nasib cagar budaya bangsa.
Istana Maimun telah dinobatkan sebagai bangunan terindah di Kota Medan, Sumatera Utara. Terletak di kawasan Jl. Brigjen Katamso, istana megah ini selesai dibangun sekitar tahun 1888 dan merupakan warisan dari Sultan Deli Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Sapuan warna kuning pada gedung ini merupakan warna khas Melayu.
 
Hasil gambar untuk GAMBAR ISTANA MAIMUN 
 
http://satupedang.blogspot.co.id/2015/02/sejarah-istana-maimun-dan-putri-hijau.html

Sabtu, 04 Februari 2017

TOMOHON SULAWESI UTARA

VIHARA BUDDHAYANA

Hasil gambar untuk Vihara Buddhayana 

 

Ketika memasuki daerah pemukiman penduduk di Tomohon, ternyata di sana ada Vihara Buddhayana, sebuah tempat beribadah bagi Umat Budha. Suatu hal yang jarang ditemukan, di tempat yang penduduknya kebanyakan beragama Kristen. Setidaknya keberadaan Vihara ini menggambarkan kerukunan antar umat beragama di Kota Tomohon.
Sepertinya itu juga karena pengaruh budaya masyarakat Tomohon, yaitu budaya Mapalus atau bekerja sama dan saling bantu yang telah berakar. Sebelumnya gerimis hujan mengiringi perjalanan menyusuri kota Tomohon yang berjarak sekitar 22 Km dari Kota Manado.
Sejak kedatangan kami di Sulawesi Utara, gerimis datang dan pergi. Menurut Sandro, salah satu kru dari gerai restoran cepat saji yang menemani selama 3 hari perjalanan saya, hujan seperti ini juga menjadi ciri dari Kota Tomohon. Alhasil kami dapat menikmati suasana sejuk Kota Bunga Tomohon.
Kami tidak membuat rencana perjalanan untuk kunjungan ke Tomohon ini. Kemana Sandro mengarahkan mobilnya, kami mengikuti saja. Saya amati, kota ini sangat bersih. Kesadaran penduduk Tomohon untuk tidak membuang sampah sembarangan, patut diacungi jempol.
Vihara Buddhayana
Kompleks Vihara Buddhayana yang beraneka warna. Tidak ada informasi spesifik yang tersedia yang menjelaskan asal-usul Vihara Buddhayana ini.
Vihara Buddhayana terletak di Kelurahan Kakaskasen II, Kecamatan Tomohon Utara. Diresmikan penggunaannya pada tanggal 17 Mei 2009 oleh Gubernur Sulawesi Utara, Drs S.H. Sarundajang.
Di hadapan Vihara Buddhayana kita bisa melihat pemandangan Gunung Lokon. Kota Tomohon memiliki empat buah gunung, dua diantaranya masih aktif, yaitu Gunung Lokon dan Gunung Mahawu. Gunung Lokon adalah gunung tertinggi di Kota Tomohon dengan ketinggian 1580 mdpl. Selain panorama gunung, hamparan hijau tanaman dan bunga-bunga juga melengkapi keindahan vihara ini.
Pengurus vihara memelihara seluruh bangunan dengan sangat baik. Mereka tampaknya memahami bahwa selain untuk tempat ibadah, Vihara Buddhayana juga merupakan salah satu daya tarik pariwisata Kota Tomohon. Pejalan yang datang bisa menikmati keindahan arsitektur seluruh bagian vihara dengan tetap menghormati keberadaan Vihara Buddhayana sebagai tempat ibadah.
Memasuki gerbang vihara, kita disambut dengan jejeran 18 patung Lohan atau Arhats, yaitu pengikut “delapan belas jalan” Buddha. Mereka adalah Pindola, Nantimitolo, Pantha the Elder, Angida, Asita, Rahula, Nagasena, Gobaka, Pantha the Younger, Fajraputra, Nakula, Bodhidarma, Vanavasa, Kanaka The Bharadavaja, Katika, The Vatsa, Nandimitra, dan Pindola the Bharadvaja.
Vihara Buddhayana
Pantha the Elder, dengan sifat mudah dan nyaman, menguap dan meregangkan, memiliki pengetahuan tidak terbatas, dan cermin kedalaman dimensi penciptaan. Ia adalah kakak Lohan Penjaga Pintu, dan dipercayai sebagai pangeran dari Kintota, sebuah kerajaan kecil di India. Setelah menjadi biarawan, ia senang melakukan meditasi dengan gaya setengah teratai, dan saat bangun ia akan mengangkat kedua tangannya sambil mengeluarkan napas panjang, sehingga ia disebut juga Lohan Tangan Terangkat.
Vihara Buddhayana
Gobaka, seorang pangeran dari sebuah kerajaan kecil di India. Ketika adiknya menentang pengangkatannya sebagai putera mahkota dan mulai melakukan pemberontakan, Gobaka berhasil meyakinkan adiknya bahwa ia tidak berminat menjadi raja dan lebih memilih untuk menjadi biarawan, dengan cara membuka dadanya dan memperlihatkan keberadaan Buddha di dalamnya. Gobaka artinya ‘manusia hati’, yang secara fisik lemah namun kuat jiwanya.
Vihara Buddhayana
Pagoda Ekayana yang terlihat kokoh menjulang tinggi. Pagoda ini terdiri dari delapan tingkat.
Di depan Pagoda Ekayana terdapat kolam dengan patung naga berwarna keemasan. Saya senang mendapati bahwa tidak hanya bangunan-bangunan cantik yang berada di areal vihara ini, karena ternyata rusa cantik juga ada. Dengan adanya rusa ini bisa menjadi daya tarik bagi anak-anak untuk mengunjungi Vihara Buddhayana.
Vihara Buddhayana
Salah satu rusa Penghuni Vihara Buddhayana
Vihara Buddhayana
Istana Kwan Im Istana Mungil dihiasi cat berwarna pink
Sekitar 5 meter dari Pagoda berdiri bangunan istana Kwan Im, dan tidak jauh dari situ terdapat bangunan lain berbentuk seperti perpaduan naga dan katak besar. Di depannya terdapat kolam pancuran, yang menurut kepercayaan bisa mendatangkan rejeki. Lemparkan koin ke dalam kolam dan kemudian berdoalah serta memohonlah agar dikabulkan apa yang diminta.
Di kolam itu juga terdapat prasasti aksara Cina dengan penjelasan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, diantaranya panjang umur, kedudukan pangkat, keberuntungan, harta, dan bahagia. Sepertinya itu merupakan harapan orang-orang yang membuat permohonan di sini. Kalau saja diijinkan maka saya ingin menambahkan harapan masuk surga.
Vihara Buddhayana
Hamparan tumbuhan hijau menyatu dengan pegunungan di depan Vihara Buddhayana.
Selesai mengitari vihara, pengunjung diharapkan untuk memberikan sumbangan berapapun jumlahnya. Sumbangan ini digunakan untuk pemeliharaan vihara. Sumbangan bisa dimasukkan ke dalam kotak yang disediakan di depan area vihara. Mengelilingi Vihara Buddhayana ini seperti wisata warna bagi saya. Kekayaan warna yang diterapkan di dalam arsitektur bangunan sangat memanjakan mata. Apalagi bonus pemandangan gunung yang dihiasi kabut yang memperindah panorama.

Vihara Buddhayana Tomohon

 Hasil gambar untuk Vihara Buddhayana

Alamat: Kelurahan Kakaskasen II Kecamatan Tomohon Utara, Tomohon, Sulawesi Utara. Tempat Wisata di Tomohon, Hotel di Manado

 https://www.thearoengbinangproject.com/vihara-buddhayana-tomohon-sulawesi-utara/
 

Blogger news

Blogroll

About